Manfaatkan Ulat Sagu Sebagai Penambah Stamina

Sagu merupakan makanan pokok sebagian masyarakat Indonesia Timur. Namun tahukan Anda tentang ulat sagu? Ulat sagu merupakan larva kumbang yang hanya hidup di pohon sagu yang sudah ditebang atau sudah membusuk. Di Bone, ulat sagu ini biasa disebut sebagai Dutu’, sedang di Palopo dikenal dengan nama Wati.

Umumnya petani sagu membiarkan pohonnya membusuk setelah diolah. Dari pohon bekas pengolahan sagu inilah hidup ulat sagu. Untuk mendapatkan ulat sagu ini tidaklah sesulit dengan mengolahnya,

meski pohon sagu ini berada di hutan yang jauh dari pemukiman penduduk. Dengan hanya bermodalkan kapak dan karung, ulat sagu sudah bisa didapatkan. Awalnya, pohon sagu yang sudah membusuk dikupas dengan menggunakan kapak. Setelah kulit sagu terkelupas, maka muncullah ulat sagu dengan berbagai ukuran. Ukuran ulat sagu maksimal hanya sebesar ibu jari orang dewasa.

Sepintas, ulat sagu memang sungguh menjijikan. Untuk menikmati ulat sagu ini, bisa dengan berbagai macam cara, seperti direbus atau dicampur dengan sayur lainnya. Atau, bisa juga dengan digoreng. Tapi tentunya, dengan adonan bumbu penyedap. Sebelum dimasak, terlebih dahulu harus dibersihkan dengan air. Setelah itu, kepala ulat sagu harus dikupas, sebelum akhirnya dimasak. Setelah matang, maka ulat sagu pun siap untuk dihidangkan.

EcoBALL

Menikmati ulat sagu ini tidak ada bedanya dengan lauk pauk lainnya. Bisa dihidangkan dengan nasi atau lainnya. Dan bila ada  mencobanya, wowwww… rasanya sungguh lezat.

Bagi warga setempat, selain mengkonsumsi ulat sagu sebagai lauk pauk, ternyata mereka mempercayai bahwa ulat sagu bermanfaat sebagai penambah stamina untuk bekerja di ladang. “Di samping rasanya enak dan gurih, ulat sagu juga sumber tenaga,” ujar Zallank, warga setempat yang selalu mengkonsumsi ulat sagu.


Manfaat ulat sagu sebagai kesehatan ternyata sudah terbukti secara medis. Ulat sagu yang dalam bahasa latin dikenal dengan Rhynchophorus Ferruginenus ini memiliki kandungan protein sekitar 9,34%. Selain kandungan protein yang cukup tinggi, ulat sagu juga mengandung beberapa asam amini esensial, seperti asama aspartat (1,84%), asama glutamat (2,72%), tirosin (1,87%), lisin (1,97%), dan methionin (1,07%). “Ulat sagu itu mengandung gizi,” ujar ahli gizi Jamaluddin SKM, M.Kes. Jika demikian adanya, pantas saja kalau ulat sagu ini dijadikan mitos oleh warga setempat sebagai penambah stamina. (Sumber : Berita Kota)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: