Tambang di Bontocani “Bermasalah”

Sejumlah orang yang mewakili 30 warga pemilik lahan di wilayah lokasi pertambangan biji besi, Dusun Soppo dan Dusun Pakke, Desa Langi, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone, Sulsel mendatangi Kantor Bupati, Senin (13/6/2011).

Mereka berniat menemui Bupati Bone, Idris Galigo, untuk menyampaikan keluh kesah warga atas keberadaan PT Anugerah Permata Bumi (APB) yang menambang biji besi di wilayah itu.

Sayangnya, upaya mereka menemui bupati tak terealisasi. Perwakilan warga hanya diterima Asisten I Pemkab Bone, Mustamar Aras.


Sengketa antara sekelompok warga dan PT APB telah berlangsung lama dan berlarut-larut. Sejumlah insiden mewarnai sengketa tersebut. Paling anyar terjadi pada Minggu (5/6) lalu, saat sejumlah warga yang menolak kehadiran penambang memalang jalan masuk lokasi tambag.

Akibatnya, sejak saat itu PT APB berhenti beroperasi. Alat berat dan truk ditinggalkan para pekerja yang turun dari lokasi tambang.

Salah seorang perwakilan warga yang menolak kehadiran penambang, Abi, menuturkan, warga menolak lantaran khawatir akan kerusakan lingkungan di wilayah mereka.

Ke-30 pemilik lahan yang menolak pembebasan lahan juga menilai, hasil yang diperoleh akibat eksploitasi pertambangan lebih banyak aspek negatif ketimbang aspek positifnya.

EcoBALL

Para pemilik lahan yang bersikeras mempertahankan tanah mereka juga didukung ratusan petani yang hidup di lereng gunung. Para petani menolak kehadiran tambang karena aliran air sungai yang melewati lokasi tambang bakal ditutup seiring eksploitasi berjalan.

Akibatnya, ratusan hektar sawah bakal terlantar akibat kehilangan sumber air.

“Kami berharap agar bupati mempertimbangkan izin KP yang dikeluarkan Pemkab. Selama ini warga tidak sepenuhnya sepakat pada pertambangan,” ujarnya.

Abi tak menyangkal jika tidak seluruh warga Desa Langi menolak pertambangan. Tapi, sebagian besar yang pro perusahaan tambang tinggal di lokasi yang jauh dari pusat aktivitas tambang.

Pertemuan antara warga dan pemilik lahan tak menghasilkan solusi. Mustamar yang hadir mewakili bupati justru menilai permasalahan antara warga dan perusahaan tidak ada. “Dulu kan warga sudah sepakat dengan perusahaan. Lagipula tanah warga di lokasi tambang hanya sedikit. Justru sebagian besar tanah negara,” tuturnya.

Selain berupaya menyampaikan keluhan langsung, perwakilan warga yang menolak tambang juga telah menyampaikan aspirasi ke DPRD Bone. Warga berharap legislator bisa
menyelesaikan persoalan secepatnya. (TT)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: