Terdakwa Korupsi Kembali Di Vonis Bebas

Pengadilan Negeri (PN) Watampone, Kabupaten Bone, Sulsel kembali mengeluarkan putusan bebas terhadap terdakwa kasus korupsi.

Kali ini, putusan bebas diberikan pada Endang Mulyadi, terdakwa kasus dugaan korupsi pembangunan pasar Bengo dan Dua Boccoe pada persidangan yang digelar di ruang sidang I PN Watampone, Rabu (15/6).

Endang yang juga Pejabat Pelaksana Tekhnis Kegiatan (PPTK) Kementrian Perdagangan (Kemendag) divonis bebas, sesuai dengan amar putusan nomor 695/ Pid/ B/ 2010/ PN. WTP.


Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Watampone sebenarnya mengajukan tuntutan hukuman penjara 4 tahun 6 bulan.

Kasus ini mencuat setelah Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menemukan adanya kerugian negara senilai Rp 2 miliar dalam proyek tersebut. Anggaran pembangunan pasar juga telah cair 100 persen meski proyek tersebut tidak pernah rampung hingga saat ini.

Pada sidang dengan agenda pembacaan putusan, majelis hakim menilai Endang tidak terlibat dalam proses pencairan dana.

EcoBALL

“Terdakwa menandatangani berita acara pennyelesaian kerja 100 persen karena berita acara terlebih dulu ditandatangani tim pengelola daerah (Disperindag), dan kepala cabang perusahaan rekanan,” jelas ketua majelis hakim, Andi Cakra Alam saat membacakan amar putusan.

Majelis hakim menilai, kesalahan dilakukan dua pihak yakni Gazali selaku Konsultan pengawas dan Boni Tabrani sebagai rekanan.

Boni sendiri diganjar pidana penjara 1 tahun enam bulan dan denda Rp100 juta atau lebih ringan dari tuntutan tuntutan JPU yakni pidana penjara 5 tahun

Boni juga dianggap bukan pelaku tunggal dalam pencairan. Tim pengelola daerah dan Direktur Utama PT Dirga Aneka yang juga atasan Boni, Made Sudharta turut berperan.

Bahkan, majelis hakim menilai terdakwa utama kasus tersebut seharusnya Made Sudharta. Namun, yang bersangkutan tidak dapat dihadirkan JPU.

Satu pekan sebelumnya, Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Watampone juga menjatuhkan putusan bebas terhadap terdakwa korupsi percetakan sawah, yang juga Kepala Dinas (kadis) Pertanian Bone,
Lanto Palawa.

Terdakwa diputus bebas atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Watampone yakni dua tahun penjara. Pada kasus tersebut, negara mengalami kerugian Rp 405 juta akibat proyek yang tak terealisasi 100 persen. (TT)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: